Kamis, 26 April 2012

INTERNET GRATIS


yang pada suka sama geratisan ini
kasih tips ngenet gratis tis tis….
Menggunakan aplikasi java dengan
proxy server pada nokia s40 v2 dan
v3
Dalam versi terbaru series40 nokia
telah menghilangkan kemampuan
untuk menentukan server proxy yg
terkait dengan jalur akses. Untuk itu
maka dibuatlah file frovisioning untuk
mengakomodir kebutuhan aplikasi
java untuk mengakses server proxy
terutama bagi mereka “GRATISAN
mania”.
Cara penggunaan:
1.gunakan laptop/ PC atw hape
lain memakai file.prov>
2.extrack nokiajavaproxy.zip
pilih file.prov sesuai operator
yg anda gunakan
3.kirim ke hape tujuan dg media
bluetooth atw inframerah
anda akan menerima
pengaturan konfigurasi (mirip
dg saat anda menerima
pengaturan konfigurasi/setting
dr operator lwt SMS)
4.jangan kuatir bila ada
peringatan “file tidak
didukung”
5.pergi ke pengaturan >
konfigurasi > default
konfigurasi > dan ubah ke
konfigurasi yg td dibuat dg
file.prov
6.kalu ada yang mau download
DISINI
Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 24 April 2012

TANGISAN PERTAMA MEMBAWA BAHAGIA


Oleh : Rudi Al-Farisi
Malam yang dingin itu, lutfi
masih saja asyik dengan kebiasaan
lamanya. Mabuk mabukan, judi
dengan ditemani wanita seksi, sudah
biasa dalam kehidupannya. Disaat
semua orang terlena dengan mimpi
mimpi tidurnya, ia malah makin
nikmat dengan permainan
maksiatnya.
Tiba tiba hp nya berdering
tanda sms masuk.
Sebentar kawan…ucap lutfi.
Segera pulang,
istrimu sedang dirumah sakit,
ia akan melahirkan.
Spontan ia terkejut. Lalu bergegas
menghidupkan sepeda motornya.
Sampai dirumah sakit. Mertuanya
langsung menyemprot nya dengan
bumbu bumbu ceramah. Ia tak ambil
pusing, segera saja ia bertanya
kepada dokter tentang keadaan
istrinya.
Lutfi memang termasuk bandit.
Semua orang mengetahuinya. Tetapi
ia tidak bisa menghilangkan rasa
cintanya pada sang istri yang begitu
sabar menghadapi sifat bejatnya.
Pernah suatu ketika, ia tertangkap
oleh polisi dan dipenjara beberapa
bulan. Hanya istrinya yang selalu
setia menjenguk dan membawakan
makanan ke penjara. Guna menjaga
gizi sang suami tercinta. Itu terjadi
pada saat bulan kedua
pernikahannya.
Dok. Gimana kondisi istriku…”
Tanya lutfi pada dokter.
Tenang pak.. istri bapak besok
akan segera kita operasi. Air
ketubannya sudah kering. Sekarang
kita bantu dengan infus, kita akan
persiapkan semuanya. Tolong pak,
diurus administrasinya”. Jelas dokter.
Baik pak.. saya minta tolong
pak, berikan yang terbaik untuk istri
saya..”.
Melihat suasana itu, mertuanya
terlihat luluh, memang lutfi dikenal
masyarakat sebagai pemuda yang
brandal, mungkin karena umurnya
yang masih muda, tetapi didalam
relung hatinya, ia sangat mencintai
istrinya.
* * * * * * * * * *
Didepan kamar operasi,
keluarga dan tetangga dekat telah
menunggu apa yang akan terjadi.
Tiba tiba pintu ruang operasi
terbuka, setelah dua jam mereka
menunggu.
Siapa ayahnya,,” suara perawat
memecah kerisauan.
Saya mbak..” jawab lutfi spontan.
Selamat pak,,,” anak bapak laki laki..
ucap suster.
ALHAMDULILLAHHHH”. Teriak serentak
diruangan itu.
“ Istri saya gimana mbak…
“ Tenang pak,,lagi dalam pemulihan,
ia tak apa apa. Masih dalam efek bius.
Lebih baik bapak ikut saya keruang
incubator, biar sikecil langsung di
azankan. Jelas mbak perawat.
Azan”..teriak halus bibirnya.
Seketika mendengar seruan untuk
mengazankan anaknya. Sontak kaki
lutfi kaku bagai tak ada refleks untuk
bergerak. Ia diam membisu, bibirnya
gemetar, ia bingung dengan apa
yang terjadi. Keluarga yang melihat
kejadian itu, tidak begitu kaget,
karena lutfi dikenal sebagai sosok
yang tak tahu soal agama.
Sholat aja tak pernah apalagi
bacaannya”. Celetuk bibir usil salah
satu keluarga.
“ Ba…baik mbak..” jawab lutfi terbata.
Di ruang incubator, lutfi
mengumandangkan azan ditelinga
kanan putranya. Ia memang tak
pernah sholat, tapi ia sering
mendengar suara azan
berkumandang di mesjid dekat
rumahnya. Ia masih ingat nada nada
seruan sholat itu, walaupun tidak tau
artinya tapi ia ingat betul urutannya.
“ ALLAHU AKBAR…ALLAHU
AKBAR..”
“ LAAILAHAILLALLAHU..”
Keluarga yang sedang
penasaran ingin melihat sang bayi,
tepat didepan pintu ruang incubator
terkejut, heran, kagum, haru,
menyaksikan suasana itu. Bisa juga
ya… anak itu azan”. Celetuk bibir ibu
mertuanya.
Lutfi yang terdiam kaku melihat
wajah bayi mungil itu, tak terasa
matanya basah meneteskan air
bening hingga membasahi pipinya,
kakinya kaku bagai dipasung,
badannya oleng tak seimbang hingga
akhirnya ia roboh, membentuk posisi
sujud kepada Rabb nya. Ia bingung
dengan kondisi dirinya.
“ apa yang terjadi…lirih hatinya
kebingungan.
Keluarganya diluar lebih kaget
melihat lutfi dengan posisi sujud itu.
Adik ipar yang hendak masuk untuk
menolong abang iparnya itu dilarang
pak mansyur tetangga lutfi yang ikut
menjeguk.
Biarkan saja, hidayah ALLAH
sedang berproses pada dirinya.
Jawab pak mansyur, takmir mesjid
dekat rumahnya.
Keluarga, tetangga dan para
penjeguk dari teman temannya, haru
terdiam melihat suasana itu. Malah
ibu mertuanya menangis
menyaksikan peristiwa itu.
Lutfi masih sujud, air matanya
sudah menggenangi lantai ruangan
itu. Sudah sepuluh menit ia dibiarkan
begitu, tubuhnya yang masih lemas
tiba tiba bangkit mendengar tangisan
putranya, seakan putranya tahu
kondisi ayahnya. Dan menangis
memecah suasana. Tangisan itulah
yang membawa cahaya bagi
hidupnya.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 23 April 2012

KAYA UNTUK MENINGKATKAN IBADAH, OK. JANGAN MATRE


Masyarakat yg matre sifatnya ngoyo menjadi kaya
setiap kali melihat ada orang berlimpah harta
lewat di tengah kehidupan mereka. Dipikirannya
ngejadiin dunia sebagai tujuan, dikepalanya
cuma ada dunia, dunia, dunia tanpa meratiin
cara2 yang digariskan oleh Islam untuk
mndapatkannya secara halal serta berzakat,
sedekah. Berbeda kalo yg materialisme ( matre )
biasanya bakalan kikir, pelit alias medit. Keadaan
mereka yang matre seperti dikisahkan pegimana
masyarakat Mesir di zaman hidupnya seorang
tokoh kaya-raya bernama Qarun digambarkan di
dalam Al-Qur’an.
ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ َﺓﺎَﻴَﺤْﻟﺍ َﻥﻭُﺪﻳِﺮُﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻝﺎَﻗ ِﻪِﺘَﻨﻳِﺯ ﻲِﻓ ِﻪِﻣْﻮَﻗ ﻰَﻠَﻋ َﺝَﺮَﺨَﻓ
ٍﻢﻴِﻈَﻋ ٍّﻆَﺣ ﻭُﺬَﻟ ُﻪَّﻧِﺇ ُﻥﻭُﺭﺎَﻗ َﻲِﺗﻭُﺃ ﺎَﻣ َﻞْﺜِﻣ ﺎَﻨَﻟ َﺖْﻴَﻟ ﺎَﻳ
”Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam
kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang
menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga
kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah
diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia
benar-benar mempunyai keberuntungan yang
besar”.(QS Al-Qashshash ayat 79)
Zaman kita dewasa inipun keadaannya sangat
mirip dengan zaman Qarun tersebut. Berbagai
kemewahan tokoh kaya, selebritis, artis,
olahragawan dan pejabat dipertontonkan di
televisi dan media lainnya sehingga masyarakat
berdecak kagum dan tentunya menjadi iri dan
berambisi ingin menjadi hartawan seperti mereka
pula. Sedemikian kuatnya ambisi tersebut
terkadang muncullah berbagai kasus
mengerikan di tengah masyarakat. Sebut saja
munculnya perdagangan bayi, penjualan organ
tubuh, pelacuran, korupsi, pencurian,
perampokan dan pengkhianatan para pejuang
yang semestinya berada di jalan Allah. Semua
dilakukan karena terbuai dengan mimpi ingin
secara instan menjadi seorang yang kaya.
Bardasarkan hal ini pantaslah bilamana teladan
kita Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa
sallam mengajarkan kita suatu prinsip penting
dalam hal menghindari berkembangnya
kemungkinan faham materialisme di tengah
masyarakat. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam
justeru mengajarkan ummat Islam agar
senantiasa rajin memandang kepada kalangan
yang kurang beruntung secara materi daripada
diri kita sendiri. Hal ini diharapkan akan
menumbuhkan rasa syukur dan ridha atas
pemberian Allah.
ْﻦَﻣ ﻰَﻟِﺇ ﺍﻭُﺮُﻈْﻨَﺗ ﺎَﻟَﻭ ْﻢُﻜْﻨِﻣ َﻞَﻔْﺳَﺃ ْﻦَﻣ ﻰَﻟِﺇ ﺍﻭُﺮُﻈْﻧﺍ
ِﻪَّﻠﻟﺍ َﺔَﻤْﻌِﻧ ﺍﻭُﺭَﺩْﺰَﺗ ﺎَﻟ ْﻥَﺃ ُﺭَﺪْﺟَﺃ َﻮُﻬَﻓ ْﻢُﻜَﻗْﻮَﻓ َﻮُﻫ
“Pandanglah orang yang lebih rendah daripada
kalian, dan janganlah memandang orang yang di
atas kalian. Maka yang demikian itu lebih layak
untuk dilakukan agar kalian tidak menganggap
remeh akan nikmat Allah yang telah
dianugerahkan kepada kalian.” (HR Muslim)
Betapa dalamnya pesan Nabi shollallahu ’alaih wa
sallam di atas. Andaikan setiap kita berpegang
teguh kepada prinsip di atas niscaya masyarakat
akan terhindar dari ideologi materialisme. Tidak
mungkin akan muncul suatu anggapan bahwa
harta merupakan tolok ukur kemuliaan
seseorang. Setiap orang akan senantiasa rajin
mensyukuri segenap karunia Allah yang telah
diterimanya. Islam mengajarkan bahwa tolok ukur
kemuliaan sejati ialah taqwa seseorang kepada
Allah.
ْﻢُﻛﺎَﻘْﺗَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ ْﻢُﻜَﻣَﺮْﻛَﺃ َّﻥِﺇ
”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara
kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa
di antara kamu”. (QS Al-Hujurat ayat 13)
Allah tidak pernah berfirman: ”Sesungguhnya
orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling berharta di antara
kamu”. Tidak…! Allah jelas tegas menyatakan
bahwa taqwa merupakan tolok ukur
sesungguhnya mulia-hinanya seseorang di mata
Allah. Semakin bertaqwa seseorang berarti
semakin mulia dirinya di sisi Allah. Dan sebaliknya
semakin tidak bertaqwa seseorang berarti
semakin hinalah dirinya di mata Allah Yang Maha
Mulia. Dan perkara ini tidak berkaitan dengan
banyak-sedikitnya harta yang dimiliki orang
tersebut. Bisa jadi seseorang berharta sedikit
atau banyak, asalkan ketqwaannya kepada Allah
memang tinggi, berarti mulialah dirinya di sisi
Allah. Sebaliknya, berapapun kekayaan atau
kemisikinan seseorang, bilamana ketaqwaannya
kepada Allah sangat tipis, apalagi tidak ada
samasekali, berarti orang tersebut hina di dalam
pandangan Allah. Taqwa merupakan timbangan
sejati bernilai atau tidaknya seseorang dalam
pandangan Allah yang Maha Tahu dan Maha Teliti
PengetahuanNya
Maka hadits riwayat Imam Muslim di atas sudah
semestinya menjadi pegangan seorang beriman.
Hendaklah bila sudah menyangkut urusan harta
dan kekayaan seorang muslim janganlah
memandang silau kepada orang yang berada di
atas dirinya. Tapi sepatutnya ia bersibuk
memandang mereka yang lebih rendah daripada
dirinya sehingga rasa syukur dan ridha akan
pemberian Allah senantiasa terpelihara di dalam
dirinya. Bila ia sibuk memandang kepada mereka
yang lebih kaya daripada dirinya, niscaya yang
muncul adalah keluhan dan ketidakpuasan akan
pemberian Allah kepada dirinya. Maka di zaman
Qarun hidup ada sebagian masyarakat Mesir
yang tetap bersikap benar dalam memandang
Qarun. Mereka inilah yang disebut Allah di dalam
Al-Qur’an sebagai orang-orang yang berilmu dan
mereka sangat faham akan hakekat kemuliaan
dan kehinaan di dalam kehidupan fana ini.
ٌﺮْﻴَﺧ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﺏﺍَﻮَﺛ ْﻢُﻜَﻠْﻳَﻭ َﻢْﻠِﻌْﻟﺍ ﺍﻮُﺗﻭُﺃ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﻝﺎَﻗَﻭ
َﻥﻭُﺮِﺑﺎَّﺼﻟﺍ ﻻِﺇ ﺎَﻫﺎَّﻘَﻠُﻳ ﻻَﻭ ﺎًﺤِﻟﺎَﺻ َﻞِﻤَﻋَﻭ َﻦَﻣﺁ ْﻦَﻤِﻟ
“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu:
“Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah
adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman
dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu
kecuali oleh orang-orang yang sabar”.(QS Al-
Qashshash ayat 80)
Orang-orang yang berilmu sangat sadar bahwa
pahala dari Allah karena iman dan amal sholeh
seseorang, jauh lebih utama dan berharga
daripada sekedar harta dan kekayaan duniawi
seperti yang dikumpulkan oleh seorang Qarun.
Itulah sebabnya tatkala pada akhirnya Allah
mencabut hak kekayaan Qarun dengan
mendatangkan bencana yang menghancurkan
segenap kekayaan dan diri Qarun, barulah kaum
awam yang jahil alias bodoh atau sempit wawasan
itu memahami dan menyadari betapa bodohnya
diri mereka karena tergiur menginginkan seperti
yang dimiliki oleh Qarun.
ُﻪَﻧﻭُﺮُﺼْﻨَﻳ ٍﺔَﺌِﻓ ْﻦِﻣ ُﻪَﻟ َﻥﺎَﻛ ﺎَﻤَﻓ َﺽْﺭﻷﺍ ِﻩِﺭﺍَﺪِﺑَﻭ ِﻪِﺑ ﺎَﻨْﻔَﺴَﺨَﻓ
َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َﺢَﺒْﺻَﺃَﻭ َﻦﻳِﺮِﺼَﺘْﻨُﻤْﻟﺍ َﻦِﻣ َﻥﺎَﻛ ﺎَﻣَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻥﻭُﺩ ْﻦِﻣ
َﻕْﺯِّﺮﻟﺍ ُﻂُﺴْﺒَﻳ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥَﺄَﻜْﻳَﻭ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ ِﺲْﻣﻷﺎِﺑ ُﻪَﻧﺎَﻜَﻣ ﺍْﻮَّﻨَﻤَﺗ
ﺎَﻨْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َّﻦَﻣ ْﻥَﺃ ﻻْﻮَﻟ ُﺭِﺪْﻘَﻳَﻭ ِﻩِﺩﺎَﺒِﻋ ْﻦِﻣ ُﺀﺎَﺸَﻳ ْﻦَﻤِﻟ
َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ ُﺢِﻠْﻔُﻳ ﻻ ُﻪَّﻧَﺄَﻜْﻳَﻭ ﺎَﻨِﺑ َﻒَﺴَﺨَﻟ
Maka Kami benamkanlah Qarun beserta
rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya
suatu golongan pun yang menolongnya terhadap
azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang
(yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah
orang-orang yang kemarin mencita-citakan
kedudukan Qarun itu. berkata: “Aduhai. benarlah
Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia
kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan
menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan
karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah
membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak
beruntung orang-orang yang mengingkari
(nikmat Allah)”. (QS Al-Qashshash ayat 81-82)
Sosok Qarun dan siapapun yang memiliki mental
dan sikap seperti dia, adalah sosok yang
mengingkari nikmat Allah. Mereka menyangka
bahwa kekayaan yang mereka kumpulkan
merupakan hasil prestasi dirinya dan tidak ada
kaitan dengan Allah yang Maha Menentukan
pembagian rezeki manusia. Mereka tidak pernah
besyukur kepada Allah akan rezeki yang diterima.
Dan mereka tidak pernah memohon rezeki
kepada Allah saat dirinya sedang mengalami
kesulitan rezeki. Mereka hanya mengandalkan
kemampuan dirinya sendiri dalam urusan materi.
Mereka inilah kaum yang berideologi
materialisme. Sungguh mateialisme tidak sama
dengan Islam. Bersyukurlah kita orang beriman
memiliki iman dan islam sebagai pegangan hidup
Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 20 April 2012

Di larang merokok(lucu)


Sepulang dari kantor, gue mampir ke suatu mall
buat beli obat di counter apotik kecil yang ada
disitu. Setelah nyerahin resepnya, gue beli rokok
ke counter disebelahnya dan kemudian gue
duduk santai buat nunggu panggilan untuk
pengambilan obatnya.
Untuk pengisi waktu, rokok yang baru gue beli
langsung aja keluarin dan gue nyalain sebatang.
Baru aja jalan tiga isepan, gue udah disamperin
sama Security (Satpam) yang ada dideket situ.
“Mangap Mas… eh, maksud saya maaf, rokoknya
tolong dimatiin deh. Diruangan ber-AC ini
dilarang merokok…”, tegor si mas Satpam.
Dengan sok merasa lebih pinter gue mencoba
untuk membela diri, sebenernya sih maksudnya
untuk menutupi malu karena ditegor Satpam
“Laah…, aneh banget peraturan di sini, gue kan
beli rokoknya juga disini, di counter yang disitu
tuh… kalau gitu disini ya jangan jualan rokok
dong…”, kata gue kesel tapi penuh percaya diri.
Tapi rupanya Mas Security nggak gentar kena
gertak, dengan kalemnya dia jawab: “Yaaahh
Mas.., asal anda tahu aja nih. Counter apotik itu
juga jual kondom, tapi nggak ada yang ngotot
pengen make disini…!!”
Published with Blogger-droid v2.0.4

Kamis, 19 April 2012

SYEKH RONGGO KUSUMO

K.Raden Ronggokusumo adalah
putera K.Agung Meruwut yang
juga masih keponakan KH.Ahmad
Mutamakkin yang merupakan
salah satu murid yang lain, ia
diperintahkan untuk membuka
tanah (menebang hutan)
disebelah barat Desa Kajen.
Perintah beliau dilaksanakan
penuh tanggungjawab sehingga
dalam waktu yang singkat
(konon dalam waktu satu malam)
tanah tersebut terlihat emplak-
emplak, sehingga oleh beliau
dinamai Desa NGEMPLAK. K.Raden
Ronggokusumo menetap di Desa
tersebut dan ia berjasa besar
dalam menyiarkan Agama
Islam.Setiap tanggal 10 Shafar,
Hari Ulang Tahun atau Haul yang
selalu dibanjiri oleh para zairin
dari berbagai daerah. Makam
beliau terletak di Desa Ngemplak,
Kecamatan
Margoyoso,Kabupaten Pati,.
Makam RONGGOKUSUMO
• Lokasi Di Desa Kajen Kec.
Margoyoso.
• Obyek wisata yang dikunjungi
Makam dan Masjid.
• Waktu kunjungan 60 menit
(09.15 s/d 10.15)
• R. Ronggokusumo merupakan
keturunan dari Sultan Demak,
sebelum Membuat Masjid dan
mengajarkan agama islam
beliau adalah kepala perampok
yang menjadi pengawasan dan
buronan dari Sunan Mangkurat.
Setelah Beliau bertemu dengan
K.H. Achmad Mutomakin
kemudian disuruh membuka
hutan dan diajari temtang
agama Islam sehingga tabiatnya
berubah menjadi baik.
Published with Blogger-droid v2.0.4