Rabu, 11 April 2012

HHO (Hydrogen Booster): Pengalih Air ke Gas Sebagai Alternatif Hemat BBM Buatan ITS

HHO (Hydrogen Booster):
Pengalih Air ke Gas Sebagai
Alternatif Hemat BBM
Buatan ITS
Prof. Dr. Ir. H. Djoko Sungkono M.Eng.Sc., Kepala
Laboratorium Teknik Pembakaran dan Bahan
Bakar di Jurusan Teknik Mesin FTI ITS,
mengembangkan “water to gas” (air dijadikan
gas) sebagai energi alternatif untuk menghemat
bahan bakar minyak (BBM).
“Saya sudah menelitinya sejak tahun 2007, bahkan
saya mulai memakainya sejak tahun 2009.
Alhamdulillah, alat HHO (Hydrogen Booster) yang
mengalihkan air ke gas itu mampu menghemat
solar atau bensin hingga 36 persen,” katanya,
Senin (9/4).
Menurut dia, alat HHO yang harganya Rp 800 ribu
dan belum diproduksi secara massal (masih
internal ITS), itu prinsipnya merupakan alat yang
memisahkan H2O menjadi H2 dan O secara
elektrolisa.
“H2 yang sudah dipisahkan dari O itulah yang akan
menghasilkan energi (gas) yang luar biasa bila
ada proses pembakaran di dekatnya,” paparnya.
Saat ini, ujar guru besar FTI ITS itu, “water to gas”
yang diriset itu sudah memasuki generasi ke-16,
namun riset akan terus dikembangkan, baik
konsep maupun alatnya.
“Alat HHO yang ada saat ini berupa tabung air
murni berukuran 15×20 centimeter. Satu cc air
murni akan habis untuk jarak 70 kilometer,
sehingga kalau satu liter air murni ya bisa untuk
jarak ribuan kilometer,” tuturnya.
Secara terpisah, Pembantu Rektor (PR) I ITS
Surabaya Prof Ir Herman Sasongko menegaskan
bahwa dirinya sebagai mantan Kepala Jurusan
Teknik Mesin FTI ITS sudah mencoba alat HHO
yang saat itu masih hemat 30 persen.
“Jadi, kalau pemerintah memang mau
mengembangkan alat itu untuk aplikasi di
masyarakat melalui tahapan produksi, saya kira
perlu riset lanjutan, bahkan kalau sudah dipakai
masyarakat pun masih perlu riset terus menerus
dan ITS siap untuk itu,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Prof Dr Widjajono
Partowidagdo dalam “Forum Group Discussion”
dengan Rektor ITS Prof Ir Triyogi Yuwono DEA,
alumni dan BEM ITS di Rektorat ITS Surabaya (5/4)
juga mengaku pernah memakai alat itu.
“Saya pernah memakai alat ‘water to gas’ itu dari
alumni ITS saat ada acara di Unas (Universitas
Nasional, Jakarta), ternyata hemat 30 persen
lebih dan kecepatan kendaraan juga bagus.
Karena itu, kalau harga BBM naik 30 persen ya
tentu tidak akan terasa, karena impas,” tukasnya.
Sumber:
http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/04/10/hho-hydrogen-booster-pengalih-air-ke-gas-sebagai-alternatif-hemat-bbm-buatan-its/
Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 10 April 2012

RENUNGAN


Wahai sahabat�.Tanpa disadari waktu terus
berjalan dengan cepat, yang tidak bisa kita
kembali lagi untuk mengulangnya.� Apakah semua
amalan kita sudah cukup untuk bekal kita nanti?
berhati-hatilah terhadap kegelinciran yang tidak
kita sadari. Bawalah bekal dari dunia sebelum
mati. Marilah kita koreksi kembali diri kita masing-
masing (instropeksi), dan takutlah kepada Allah
ketika khalwat (sendiri). Berfikirlah,
renungkanlah, berlombalah dan perbanyaklah
amal-amal dalam usia yang pendek ini:o:p>
Sebelum ada panggilan perpisahan
Sebelum mati datang tiba-tiba
Sebelum terhalang antara diri dan antara
kesukaan dalam hidup ini
Sebelum berangan-angan untuk kembali ke
dunia, dimana hal itu tidak mungkin terjadi
Wahai Sahabat�Persiapkanlah bekal untuk
perjalanan kita yang hampir sampai waktunya.
Perjalanan yang tidak mungkin kembali.
Bersungguh-sungguhlah dan bersiap-siaplah
untuk perjalanan tersebut. Perbanyaklah amal-
amal shalih, sebab tak lama lagi dunia ini akan
berpisah dengan kita dan akhirat segera
menjelang. Bekal untuk perpisahan ke rumah
abadi harus disediakan. Bangkit dan tanamkan
ketaqwaan dalam perkataan dan perbuatan.
Jangan terlalu berbangga dengan kehidupan
dunia. Jangan memperbanyak hal-hal yang
membawa dosa. Hati-hatilah dan jangan tertipu
oleh angan-angan yang menyesatkan.
Dibelakang kita adalah kuburan-kuburan yang
mengerikan, mencekam dan penuh ancaman
yang menyulitkan. Nafas terasa sempit dan akan
melihat hal-hal yang belum pernah kita perkirakan
sebelumnya. Kesulitan besar akan dialami
ditempat tersebut. Disanalah hati terasa copot,
dan jiwa akan teringat waktu-waktu yang
ditinggalkan tanpa amal. Serta berangan-angan
sekiranya bisa menambah kebaikan, pasti akan
ringanlah hukuman yang ditimpakan. Namun itu
tidak mungkin. Allah berfirman (QS Yunus : 30) : �
Ditempat itu (padang mahsyar) tiap-tiap diri
merasakan pembalasan dari apa yang telah
diperbuatnya dulu, mereka dikembalikan kepada
Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan
lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-
adakan.�
Wahai Sahabat, Kecemasan dan penyesalan
terhadap dunia yang berakhir dengan
kemusnahan dan kerusakan; kecemasan dan
penyesalan terhadap umur panjang namun
membosankan, semua itu tidak ada artinya.Waktu
terbuang percuma diatas permadani permainan
dan kealpaan, siang malam dihabiskan untuk
kenikmatan dan kesenangan fana serta syahwat,
atau membaca bacaan yang merangsang bahkan
mendorong pada perbuatan dosa dan kesalahan
besar.
Dengan penyesalan yang tak terhingga itu, kita
pergi dan tak akan kembali. Penyesalan atas dosa
yang pasti dihisab (dihitung), baik yang besar
maupun yang kecil, penyesalan atas kalbu yang
alpa dalam kegelapan, penyesalan atas lidah yang
tak henti-hentinya berdusta, bergunjing,
memfitnah, dan lain sebagainya; penyesalan atas
lidah yang tak pernah berdzikir kepada Allah
Pencipta langit, semua itu tinggal penyesalan dan
penyesalan. Alangkah ruginya orang yang
menghabiskan umurnya dalam kemungkaran dan
dosa besar, orang yang dagangannya maksiat
dan dosa-dosa.
Wahai Sahabat�Janganlah berbicara tentang
dunia seolah seperti layaknya orang zahidin
(orang yang tidak tamak kepada dunia), namun
perbuatan kita di dunia tak ubahnya seperti
orang-orang yang memuja dunia. Kita menyukai
orang shalih tapi tidak beramal seperti mereka.
Kita benci kepada orang yang berbuat
kemungkaran, sementara kita sendiri justru
seperti mereka.Kita takut mati karena merasa
banyak dosanya, hingga sama sekali tidak ingin
mati. Kita tidak yakin pada rezeki yang diberikan
dan tidak melakukan apa yang diwajibkan. Kita
tenang-tenang saja mengerjakan dosa saat
memperoleh kenikmatan, bahkan meminta
tambahan kenikmatan lagi tanpa bersyukur.
Ya Allah anugrahkanlah kepada kami perbaikan
atas kekurangan-kekurangan yang ada pada
kami. Jadikanlah takwa sebagai bekal kami. Dalam
agama-Mu kami berjihad. Kepada-Mu-lah kami
bertawakal dan bersandar, dengan rahmat-Mu
Allah Yang Maha Pengasih.
Wahai para hamba Allah, Bagaimanakah bila ruh
telah sampai ditenggorokan, dan betis-betis
saling bertindih, suami istri saling berpisah
dengan anak-anak dan teman-temannya?
Bagaimanakah bila sudah diusung diatas pundak-
pundak, dan kemudian dibaringkan dengan
berbantal tanah dalam kegelapan kubur, serta
sempitnya lahat? Bagaimanakah bila datang
kepada anda malaikat Munkar dan Nakir yang
mendudukkan anda lalu bertanya? Bagaimanakah
bila anda keluar dari kubur pada hari
kebangkitan nanti? Bagaimanakah bila rapor
anda berterbangan, sedang shirat(titian) telah
dipasang, timbangan telah disiapkan. Allah,
Allah�Ingatlah wahai hamba Allah, inilah tempat
kembali. Inilah akhirnya.
Wahai Sahabat, Pintu taubat masih terbuka dan
Allah masih membebaskan hamba-Nya yang
mukmin. Kembalilah dan datanglah kepada-Nya
dengan tunduk. Luangkanlah waktu untuk
menghadapkan wajah kepada-Nya sebagai ganti
atas sibuknya urusan dunia yang fana ini. Semoga
Allah memperbaiki keadaan kita, dan
mengampuni dosa-dosa kita.
Sumber: http://m.pustaka.abatasa.com/pustaka/detail/muamalah/allsub/455/renungan.html
Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 09 April 2012

POLITIK

Seorang anak bertanya pada ayahnya, “Ayah,
apa itu politik?”.
Sang ayah memberi analogi, “Jadi begini, ayah
adalah pencari nafkah di rumah ini. Sebut saja
ayah adalah Kapitalisme. Ibumu adalah orang
yang mengurus keuangan rumah tangga, maka
sebut saja dia Pemerintah. Ayah dan ibu
memberikan apa yang kamu butuhkan, jadi kamu
adalah Masyarakat. Mbak pembantu di rumah ini
disebut Kelas Pekerja karena dia langsung turun
ke masyarakat membantu mereka. Dan adikmu
yang masih bayi adalah Masa Depan. Begitulah
politik kira-kira.”
Suatu malam, adik bayinya menangis. Si anak
terbangun melihat adiknya yang menangis.
Ternyata popoknya basah. Lalu dia ke kamar
orang tuanya dan menemukan ibunya yang
tertidur pulas. Karena tidak mau
membangunkannya, dia pergi ke kamar
pembantunya. Setelah dilihat, kamar
pembantunya terkunci. Karena penasaran, si
anak mengintip dari lubang kunci. Dia melihat
ayahnya sedang tidur bersama pembantunya.
Esok paginya, si anak menghampiri ayahnya.
“Ayah, aku sekarang mengerti apa itu politik!”
Ayahnya penasaran, “Bagaimana politik versi
kamu?” Si anak menjawab lancar, “Jadi saat
Kapitalisme menindih Kelas Pekerja, Pemerintah
hanya tertidur pulas. Masyarakat merasa tidak
diacuhkan, dan Masa Depan benar-benar
bersedih!”
Published with Blogger-droid v2.0.4

Etika pergaulan menurut islam


“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.
Al Hujurat [49]:13)
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk
bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul
dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang
sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib
bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia
ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau
bahkan sangat langka, jika ada orang yang
mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah
fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran
orang lain dalam kehidupannya.
Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di
dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-
beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya
berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima
milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat,
karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan
itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam
bergaul sesama manusia akan terjadi banyak
perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku.
Allah mencipatakan kita dengan segala
perbedaannya sebagai wujud keagungan dan
kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi
penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi
dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu
merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat
menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap
yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu
yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi,
akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan.
Tak ada yang dapat membedakan kita dengan
orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada
Allah SWT (QS. Al_Hujurat [49]:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan
kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah
menciptakan manusia, sehingga manusia dapat
saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak
ada yang dapat membedakan kecuali
ketakwaannya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita
tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan
sesama muslim menjadi sesuatu yang indah
sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga
kunci utama untuk mewujudkannya yaitu ta’aruf,
tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang
harus kita lakukan dalam pergaulan.
Ta’aruf. Apa jadinya ketika seseorang tidak
mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan
saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling
menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau
mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat
terwujud?
Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal
menjadi suatu yang wajib ketika kita akan
melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan
orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat
membedakan sifat, kesukuan, agama,
kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada
diri seseorang.
Tafahum. Memahami, merupakan langkah kedua
yang harus kita lakukan ketika kita bergaul
dengan orang lain. Setelah kita mengenal
seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia
sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting
dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat
memilah dan memilih siapa yang harus menjadi
teman bergaul kita dan siapa yang harus kita
jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab,
agama kita akan sangat ditentukan oleh agama
teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan
orang shalih ibarat bergaul dengan penjual
minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang
harum setiap kita bersama dengannya. Sedang
bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul
dengan tukang pandai besi yang akan
memberikan bau asap besi ketika kita
bersamanya.”
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama
dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit
membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan
begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul
dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan
membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul
majmumah ).
Ta’awun. Setelah mengenal dan memahami,
rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap
ta’awun (saling menolong). Karena inilah
sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa
cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan
Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya
untuk saling menolong dalam kebaikan dan
takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa
bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli
dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi
bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi,
semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya
bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi
sesuatu yang utama, termasuk ketika kita
mengenal, memahami, dan saling menolong.
Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena
Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan
mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh
makhluknya. Wallahu a’lam bishshawab.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 08 April 2012

Stres anak dan solusinya


Saat sedang banyak pikiran,
seorang dewasa kadang-kadang kita ingin
kembali ke masa kanak-kanak karena berpikir
pada masa itu seorang anak dapat bermain
dengan bebas tanpa perlu memikirkan keluarga,
keuangan, atau hal lainnya. Namun, seorang
anak yang masih polos pun juga bisa mengalami
frustasi dan stres. Bahkan beberapa penyakit
pada anak bisa jadi disebabkan karena reaksi
psikosomatik yang disebabkan karena stres.
Penyebab Stres Anak
Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai
usia, bahkan sejak usia dini, sejak dalam
kandungan. Bila ibu yang mengandung
mengalami stres, janin yang ada dalam
kandungan juga akan merasakannya. Detak
jantung janin menjadi tidak teratur, sehingga
persediaan oksigen dan sari makanan
berkurang. Seiring pertambahan usia terutama
saat masa remaja, berbagai penyebab dapat
memicu stres pada anak, di antaranya adalah:
Makanan
Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat
menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal
dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak
tercukupi sehingga dapat menimbulan stres.
Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang
berlebihan, karena makanan tersebut memiliki
kandungan gula yang berlebih dan minim gizi
untuk tubuh.
Kurang tidur
Terlalu banyak bermain atau menonton televisi
membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk
anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari
sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus
yang berlebihan membuat anak kekurangan
waktu dan harus menghabiskan waktu untuk
menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur
berkurang. Kurang tidur dapat menyebabkan
emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan
rentan mengalami stres.
Lingkungan keluarga
Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat
menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar,
karena seorang anak sangat mendambakan
kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama
orang tuanya untuk membuatnya merasa aman
dan terlindung.
Pola asuh orang tua
Secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3
macam. Pertama, authoritarian di mana orang
tua bersikap otoriter, tidak memberi anak
kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi
tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya.
Kedua, permissive yaitu orang tua sangat
membebaskan anaknya walaupun seorang anak
belum dapat membuat keputusan dengan tepat
dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga,
authoritative yaitu orang tua menentukan dengan
jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang
diambil, mereka tidak mengekang anak secara
berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi
terus memberi perhatian pada anak dan
berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola
authoritative ini yang paling baik untuk membentu
kepribadian anak. Stres dapat terjadi pada anak
apabila dia merasa tidak dapat memenuhi
tuntutan orang tuanya ataupun karena dia harus
mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan
keputusan yang diambilnya.
Tekanan dari teman
Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin
berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya.
Perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik
atau sifatnya dapat memancing ejekan dari
teman-temannya. Ini pula yang dapat
menyebabkan seorang anak merasa stres
karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-
temannya.
Gejala Stres
Seorang anak yang stres dapat diidentifikasi
dengan memperhatikan tingkah lakunya. Reaksi-
reaksi psikosomatik, termasuk problem
pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan
tidur, dan masalah sewaktu buang air, mungkin
merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang
tidak beres. Tanda lainnya seperti sering
menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau
berangkat ke sekolah atau suatu tempat,
membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan
tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah.
Bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit
fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual,
diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit
lainnya.
Apabila seorang anak mengalami sakit dalam
waktu lama dan setelah dikonsultasikan ke dokter
tidak ditemukan penyebab pastinya, maka tidak
ada salahnya bila Anda meminta bantuan seorang
psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja
bukan disebabkan virus, bakteri atau kerusakan
pada tubuh melainkan disebabkan pikiran anak
yang sedang stres.
Membantu Anak yang Mengalami
Stres
Sebagai manusia yang belum berpengalaman
dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang
anak tidak memiliki kemampuan untuk mencari
solusi dari stres yang dideritanya sehingga perlu
mendapat bantuan dari orang dewasa untuk
dapat mengatasi kesulitannya sehingga stres
yang dialaminya tidak berkepanjangan.
Bila ada indikasi anak Anda mengalami stres,
hindari untuk merasa panik berlebihan karena
bila Anda panik maka Anda dapat pula menderita
stres sehingga tidak dapat membantu anak Anda.
Yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak
Anda adalah:
Perbaiki pola asuh Anda
Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau
sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda
mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak
merasa terbebani dengan tuntutan yang
berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang
jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan
konsekuensi apabila peraturan dilanggar.
Jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak
Anda bersikap positif, tetapi berikan teguran
atau disiplin apabila anak melakukan
pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin
diberikan dan bukan karena orang tua membenci
anaknya.
Jangan buat tuntutan yang
berlebihan
Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang
terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak
dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik
atau membanding-bandingkan seorang anak
dengan orang lain. Terimalah seorang anak
dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang
Anda berikan, jangan menghukum atau
mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat
menjadi lebih baik di kemudian hari. Kegagalan
yang dialami anak sekarang bukan berarti dia
tidak dapat menjadi lebih baik dan bukan berarti
akhir segalanya.
Buat kedekatan dengan anak
dan komunikasi yang terbuka
Kedekatan orang tua dengan anak akan
membantu seorang anak terbuka terhadap
orang tua dan leluasa menjadikan orang tua
sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan
kejadian yang tidak menyenangkan yang
dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah.
Orang tua, sebagai manusia yang lebih
berpengalaman dapat memberikan solusi yang
baik untuk anak atau mengambil tindakan yang
diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan
dapat dihindari. Ini sangat baik dibandingkan jika
anak menceritakan permasalahannnya kepada
teman sebaya atau orang lain yang tidak tepat
yang dapat memberikan saran yang membuatnya
semakin terpuruk.
Ciptakan keluarga yang
harmonis
Hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan
dengan kakak adik dan anggota keluarga lain
membuat anak merasa nyaman dan betah di
rumah, membantunya terhindar dari pergaulan
buruk yang dapat menimbulkan berbagai
masalah yang dapat membuat anak stres. Selain
itu, dengan keluarga harmonis dapat
menghindari terjadinya pertengkaran bahkan
perceraian yang akan mengganggu kestabilan
emosi anak.
Bentuk anak yang mandiri
Seorang anak pada saatnya harus menjadi
mandiri, karena tidak mungkin orang tua terus
menerus mengawasinya. Maka, bantu anak
dengan melatihnya untuk membuat keputusan
yang diperlukan. Misalnya, saat seorang anak
menanyakan apakah suatu tindakan boleh
dilakukan atau tidak, ajak anak berdiskusi apa hal
baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak
melakukan hal tersebut. Hal ini dapat membantu
anak jika suatu saat ia harus membuat keputusan
tanpa bantuan orang tua. Anak yang mandiri juga
akan lebih dpaat menyelesaikan masalahnya dan
menangani saat dia merasa tidak nyaman
sehingga mencegah anak mengalami stres.
Beri keleluasan yang wajar
untuk anak
Untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip, berikan
keleluasan pada anak. Misalnya dalam
menentukan kegiatan ekstrakurikuler atau
kursus yang akan diikutinya. Biarkan anak
menyalurkan hobinya sehingga anak tidak merasa
terkekang dan menikmati aktivitasnya.
Berikan makanan sehat dan
tidur cukup
Karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres
anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk
Anda, jangan membiasakannya dengan makanan
cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang tidak
bergizi. Juga biasakan anak agar makan dengan
teratur dan tepat waktu. Sedangkan untuk
membantu anak cukup tidur, bantu anak agar
memiliki jadwal yang baik, tentukan kapan dia
boleh bermain, kapan harus mengerjakan tugas
dan jadwal lainnya sehingga anak memiliki waktu
untuk tidur siang dan tidak sampai harus tidur
larut malam untuk mengerjakan tugasnya.
Perhatian dan kasih sayang yang dari orang tua
tertutama yang dibutuhkan anak dan membantu
anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung,
latih dan asuh anak Anda agar dia dapat
menikmati hari-harinya dengan ceria.
Sumber:
http://kumpulan.info/keluarga/anak/40-anak/206-stres-anak-dan-bantuan-mengatasinya.html
Published with Blogger-droid v2.0.4