Rabu, 04 April 2012

Ciri-Ciri Wanita Ideal Dalam Budaya Jawa

Ini laiknya filosofi tentang perempuan menurut budaya Jawa. "Estri", salah satu terminologi di Jawa untuk menyebut perempuan ini berasal dari bahasa Kawi (estren), yang berarti panjurung atau pendorong. Hampir sama denga kata "garwo", berdasarkan etimologi rakyat Jawa, dipresepsikan sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). Perempuan modern mengartikan falsafah Jawa ini untuk menepis anggapan bahwa perempuan dalam budaya Jawa bukan sekedar konco wingking atau pemandu sorak belaka. Sering juga, istri disimbolkan sebagai "pedharingan" alias periuk. Dahulu, periuk adalah tempat menyimpan beras atau menanak nasi. Ini diartikan sebagai fungsi perempuan untuk menyimpan harta benda yang dicari suami, kemudian mengolahnya untuk kelangsungan hidup keluarga. Fungsi tersebut tak ubahnya sebagaimana seorang sutradara yang berperan di belakang layar. Dimana seorang istri sangat berpengaruh dalam menentukan keputusan rumah tangga. Lalu, seperti apa ciri perempuan ideal yang selalu diharapkan oleh seorang laki-laki itu? Berikut ciri perempuan ideal yang dikutip dari Serat Candraning Wanita. 1. Mrica Pecah - Butiran Merica yang Pecah Perempuan dalam kategori ini adalah perempuan yang digambarkan sebagai perempuan dengan badan yang ramping dan padat, dengan kulit putih dan dengan payudara yang montok. Sifat dari ciri utama perempuan ini adalah kemampuannya yang dengan mudah dapat diterima di berbagai kalangan, tapi sangat rapat menyimpan rahasia. Perempuan seperti ini dikatakan akan membawa kebahagiaan kepada pasangan yang memiliki kedudukan yang tinggi, karena kemampuannya untuk mendampingi suami dalam berbagai kesempatan sekaligus kemampuannya untuk dapat menutup mulut dan menjaga kehormatan sang suami. 2. Surya Sumurup - Matahari Tenggelam Bagikan semburat jingga di langit ketika mentari tenggelam, perempuan seperti ini membawa keindahan dan menampilkan keindahan yang luar biasa. Tidak hanya indah secara fisik, tapi juga dipercaya akan mampu menjadi kebanggaan pasangan karena kesetiaan luar biasa yang dimilikinya. Ciri fisik perempuan ini adalah bibirnya yang berwarna merah jambu, dengan sorot mata yang agak kebiruan. Rambut di dahi digambarkan kuncup seperti bunga turi, dan alis perempuan dalam tipe ini digambarkan memiliki alis yang melengkung indah seperti bulan sabit. Bukan hanya secara fisik dan kesetiaan, bahkan digambarkan, perempuan ini sanggup memberikan perlawanan yang berarti dalam urusan pertarungan asmara. 3. Menjangan (atau Macan) Ketawan - Kijang (atau Harimau) Tertawan Perempuan seperti ini digambarkan memiliki sifat yang siap dan akan selalu memberikan perlawanan yang pas bagi pasangannya, sehingga sang pasangan tidak akan pernah merasa bosan karena bersanding dengan perempuan seperti ini bagaikan petualangan menyenangkan, dan selalu memberikan kejutan yang menarik untuk di selami. Secara fisik perempuan seperti ini memiliki gambaran wajah yang cerah ceria, mata yang terbuka lebar dan terlihat bersemangat, kulit yang bercahaya, memiliki sifat yang keras, tapi murah hati dan selalu menolong. Fisik perempuan dalam kategori ini tergolong agak besar, walau tidak berarti tegap. Perempuan yang masuk dalam kategori ini adalah perempuan yang tidak mudah tergoda dan mampu memberikan kehangatan kepada pasangannya. Seringkali seorang perempuan tidak memiliki satu ciri saja, terkadang memiliki beberapa ciri campuran yang menyebabkan setiap perempuan menjadi unik, cantik dan ideal dengan caranya sendiri.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Inilah 3 Tips Agar Berat Badan Turun Lebih Cepat

Anda Sering diet tapi berat badan tidak kunjung turun juga ? Mungkin Anda harus mencoba beberapa tips berikut ini agar berat badan turun lebih cepat. Penasaran…Langsung saja simak 3 tips untuk membuat berat badan Anda turun lebih cepat seperti dikutip dari Ezine Articles. 1. Kurangi Asupan Gula Sejumlah studi menunjukkan bahwa 80% minuman dan makanan yang dijual di luar rumah –terutama makanan olahan– mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Bagi orang dewasa, asupan gula sebaiknya dikurangi. Karena di usia yang menua, metabolisme tubuh pun semakin melambat. Hal ini menyebabkan kemampuan tubuh untuk mengubah gula jadi energi juga berkurang, terutama jika asupan gula melebihi kadar normal. Akibatnya, gula bisa menyumbat aliran darah dan 'mengundang' berbagai penyakit untuk menyerang tubuh Anda. Beberapa penyakit yang rentan diderita karena kelebihan gula, diantaranya diabetes, gagal ginjal dan kanker liver. Jadi, mulai sekarang hindari konsumsi permen, soda, es krim juga cake. Selain penganan manis, gula juga terdapat dalam nasi dan roti putih. Jadi sebaiknya batasi juga asupannya. Selain bermanfaat bagi kesehatan, mengurangi konsumsi gula juga bisa bantu program penurunan berat badan lebih efektif. Jika Anda berniat menurunkan berat badan dengan cepat, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan/minuman yang manisnya berasal dari gula pasir. 2. Olahraga Teratur Diet tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika tidak disertai olahraga. Jika Anda ingin mendapatkan berat badan yang ideal dengan cepat, usahakan untuk berolahraga secara teratur. Tapi jangan berharap hasilnya bisa langsung terlihat dalam satu hari atau satu minggu. Proses penurunan berat badan memerlukan waktu lama dan proses yang bertahap. Hasil pun bisa berbeda-beda pada setiap orang. Biasakan selalu mengecek kondisi kesehatan Anda pada dokter sebelum latihan. Mintalah bantuan instruktur fitnes jika Anda baru pertama kali datang ke gym. Bagi pemula, sebaiknya lakukan latihan ringan secara bertahap. 3. Detoksifikasi Metode cepat untuk turunkan berat badan bisa dengan detoksifikasi, yaitu pembersihan pada usus besar. Cara ini bermanfaat menyingkirkan racun-racun dan berat badan berlebih, khususnya sisa-sisa makanan yang tidak terpakai dan menumpuk di dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa sedikitnya 7-8 pon 'sampah' atau sisa makanan yang tidak tercerna sempurna tersimpan di dalam tubuh. Melakukan detoksifkasi pada usus besar akan membantu berat badan turun lebih cepat. Beberapa jenis minuman yang cocok untuk detoks tubuh yaitu air putih, air kelapa hijau, teh hijau dan jus jeruk. Konsumsilah minuman ini 10 menit sebelum Anda menyantap sarapan untuk hasil yang lebih maksimal. Bagi Anda yang bermasalah dengan maag, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi. Tentang manfaat empat minuman tersebut. Semoga bermanfaat.....
Published with Blogger-droid v2.0.4

CERITA KITA

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku. Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca shalawat kepadamu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.” Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang bershalawat kepadamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bershalawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang bershalawat kepadamu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.” Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing- masing untuk orang-orang yang bershalawat kepada Rasulullah S.A.W. Dengan kisah yang telah ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk senantiasa bershalawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat. Amin…
Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 03 April 2012

Kesaktian suku dayak

gaib, manusia perkasa di hutan rimba. Mereka
bisa menghilangkan diri hanya dengan berlindung
di balik sehelai daun. Jejaknya sulit diikuti. Mereka
berjalan miring dan sangat cepat. Tubuh mereka
ringan karena tidak makan garam.
Matahari baru saja terbenam. Remang petang
mulai menjamah Desa Tumbang Karamu. Di sana
sini tampak tiang-tiang Toras sisa upacara
Mandung dan DaLo menjulang gagah menantang
langit.
Di hulu Barito ada tiga desa yang dianggap
sebagai perkampungan orang Dayak Punan, yaitu
Tumbang Karamu, Tumbang Tunjang, dan
Tumbang Topus. Penduduk ketiga desa ini
menyatakan, mereka adalah keturunan orang
Punan.
Namun, jika kita bertanya pada mereka tentang
Ot Siau atau Punan Berkaki Merah, mereka sendiri
mengatakan tidak pernah melihat maupun
bertemu. Namun mereka yakin Punan Berkaki
Merah memang ada, dengan ciri unik, yaitu
tangan dan kaki berwarna merah seperti kaki
burung Siau.
Penduduk tiga desa itu membuat dua kategori
Punan. Pertama, ”Punan Pemerintah”, yaitu
orang-orang Punan yang bersedia tinggal-
menetap di kampung. Kedua, Punan Siau yang
tinggal di goa dan mengembara di rimba
belantara. Orang-orang Karamu, Tunjang, dan
Topus mengaku diri sebagai ”Punan Menetap”,
serta bersaudara dengan Punan Siau yang
dipercayai tinggal di hulu Sungai Borak.
Saudara dan leluhur
Siapakah orang Punan menurut orang Karamu,
Tunjang, dan Topus? mereka pasti bilang orang
Punan adalah leluhur mereka. Ketika dilakukan
pemetaan partisipatif di Desa Tumbang Topus,
didapat informasi bahwa dari 45 kepala keluarga,
hanya lima kepala keluarga yang tidak ada
hubungan genealogis dengan Punan. Mereka
adalah murni orang Siang-Murung atau Ot
Danum.
Punan yang ”asli”, menurut orang-orang ini,
adalah mereka yang tinggal di rimba belantara
dan dalam goa-goa yang gelap. Kaki dan tangan
mereka diwarnai merah dengan daun saronang
atau jarenang. Seluruh tubuh mereka dilapis
dengan sejenis jamur yang mengandung fosfor
sehingga tampak menyala di kegelapan.
Dalam hal berburu, orang Punan Siau pantang
membunuh binatang yang lengah. Jika bertemu
dengan rusa yang sibuk memakan dedaunan, ia
bertepuk tangan keras-keras untuk
memberitahukan kehadirannya.
Ketika rusa itu terkejut dan lari, barulah ia
memburunya. Mereka itulah pemburu sejati
bersenjatakan sumpit, serta pantang
menaklukan buruan dengan cara pengecut, yaitu
mengintai diam-diam.
Sekalipun bisa bertutur banyak, tidak ada
seorang pun dari penduduk tiga kampung itu
pernah bertemu langsung dengan Punan Siau.
Sabran dan beberapa orangtua lainnya hanya
mengatakan pernah melihat jejak kaki, tetapi tidak
pernah melihat orangnya. Menurut mereka, hal itu
terjadi karena orang Punan Siau memiliki kata
lamunan, yaitu mantra sakti untuk menghilangkan
diri di balik sehelai daun.
Punan adalah kumpulan cerita menakjubkan.
Dalam khazanah lokal Kalimantan, Punan selalu
digambarkan sebagai manusia perkasa dan ahli
berburu. Mereka dilihat sebagai orang yang
berkekuatan supranatural tinggi. Mereka dapat
menghilang dan mempunyai penciuman yang
tajam. Alkisah, seekor kera akan jatuh dari pohon
kalau memandang sinar mata orang Punan.
Mereka juga dilihat sebagai manusia istimewa
penghuni hutan. Orang Punan juga memiliki
pengetahuan akan obat-obat manjur, dari akar
dan daun-daun kayu hutan. Konon, jika para
perempuan Punan melahirkan, mereka akan
sembuh dalam satu hari.
Kuburan Punan
Di Desa Tumbang Topus sudah tidak ada lagi yang
murni Punan. Yang ada hanyalah campuran
antara Punan dan orang Siang-Murung, Bahau,
Benuaq, dan Ot Danum atau Kahayan. Toras,
Potogor, dan Batang Pantar yang jumlahnya ada
beberapa di kampung itu, menunjukkan dalam
ritual kematian mereka cenderung sebagai
orang Ot Danum atau Siang Murung.
Bagaimanakah mereka bisa mengidentifikasi diri
sebagai keturunan Punan?
Jawaban atas pertanyaan di atas terdapat pada
seonggok batu besar yang oleh orang setempat
disebut dengan Batu Awu-BaLang. Melintasi
Sungai Ponut, di antara rerimbunan pohon,
terdapat bukit-bukit batu yang tersebar di sana-
sini. Pada ceruk dinding salah satu bukit batu itu
tampak tergolek dua tengkorak dan tulang-
belulang manusia.
Menurut mereka, tengkorak dan tulang-belulang
itu adalah milik dua tokoh Punan yang bernama
Awu dan BaLang. Menjelang wafat, mereka
mengamanatkan agar tulang-belulangnya jangan
dikubur dalam tanah, tetapi diletakkan di ceruk
batu, seperti layaknya orang Punan yang orang
gunung atau bukit yang berdiam di goa batu.
Bagi orang Tumbang Topus, Batu Awu-BaLang
bukanlah sekadar kuburan, tetapi merupakan
monumen asal-usul diri karena di sana terdapat
petunjuk bahwa leluhur mereka memanglah
orang Punan.
Identitas Punan
Masyarakat Dayak di kaki Pegunungan Muller
secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai
”Punan Pemerintah” dan ”Punan Menetap”.
Pengakuan ini hendak menegaskan mereka
adalah ”orang kampung” yang berbeda dari
Punan liar yang hidup di hutan, bebas-lepas dari
kontrol pemerintah.
Namun, identitas diri sebagai Punan, bekas
Punan, atau keturunan Punan pun diracik
sedemikian rupa sehingga menjadi wacana jalur
leluhur yang memungkinkan mereka untuk
mengklaim gunung, sungai, dan hutan sebagai
tempat hidup. Memang tanpa ada kaitan dengan
masa lampau dan leluhur, mereka bukanlah apa-
apa.
Pengetahuan tentang Punan bukan hanya
monopoli pakar antropologi. Orang Dayak sendiri
sangat aktif dalam membangun identitas dirinya.
Sebagai internal agen, mereka aktif
mengonstruksi diri. Di Tumbang Karamu,
Tumbang Tujang, dan Tumbang Topus, dengan
tegas mereka mengatakan, ”Kami bukan Punan
Habongkot, bukan Punan Kareho, dan juga bukan
Punan Siau. Kami adalah Punan Murung.” Hampir
seabad yang lalu, Carl Lumholtz, seorang
penjelajah asal Norwegia, telah melakukan
ekspedisi Barito-Muller-Mahakam (1915-1916). Di hulu
Sungai Busang ia bertemu dengan Punan
Panyawung.
Namun kini, di awal abad ke-21, jika berkunjung ke
hulu Sungai Murung, yang akan ditemukan
hanyalah Punan baru, yaitu Punan Murung, Punan
yang sudah tak asli lagi. Jadi, Punan itu ada dan
tiada.
Sumber:http://www.blogmisteri.com/misteri-kesaktian-suku-dayak.html