Senin, 09 April 2012

Etika pergaulan menurut islam


“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.
Al Hujurat [49]:13)
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk
bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul
dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang
sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib
bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia
ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau
bahkan sangat langka, jika ada orang yang
mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah
fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran
orang lain dalam kehidupannya.
Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di
dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-
beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya
berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima
milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat,
karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan
itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam
bergaul sesama manusia akan terjadi banyak
perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku.
Allah mencipatakan kita dengan segala
perbedaannya sebagai wujud keagungan dan
kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi
penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi
dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu
merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat
menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap
yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu
yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi,
akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan.
Tak ada yang dapat membedakan kita dengan
orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada
Allah SWT (QS. Al_Hujurat [49]:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan
kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah
menciptakan manusia, sehingga manusia dapat
saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak
ada yang dapat membedakan kecuali
ketakwaannya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita
tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan
sesama muslim menjadi sesuatu yang indah
sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga
kunci utama untuk mewujudkannya yaitu ta’aruf,
tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang
harus kita lakukan dalam pergaulan.
Ta’aruf. Apa jadinya ketika seseorang tidak
mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan
saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling
menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau
mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat
terwujud?
Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal
menjadi suatu yang wajib ketika kita akan
melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan
orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat
membedakan sifat, kesukuan, agama,
kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada
diri seseorang.
Tafahum. Memahami, merupakan langkah kedua
yang harus kita lakukan ketika kita bergaul
dengan orang lain. Setelah kita mengenal
seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia
sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting
dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat
memilah dan memilih siapa yang harus menjadi
teman bergaul kita dan siapa yang harus kita
jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab,
agama kita akan sangat ditentukan oleh agama
teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan
orang shalih ibarat bergaul dengan penjual
minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang
harum setiap kita bersama dengannya. Sedang
bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul
dengan tukang pandai besi yang akan
memberikan bau asap besi ketika kita
bersamanya.”
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama
dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit
membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan
begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul
dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan
membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul
majmumah ).
Ta’awun. Setelah mengenal dan memahami,
rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap
ta’awun (saling menolong). Karena inilah
sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa
cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan
Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya
untuk saling menolong dalam kebaikan dan
takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa
bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli
dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi
bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi,
semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya
bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi
sesuatu yang utama, termasuk ketika kita
mengenal, memahami, dan saling menolong.
Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena
Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan
mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh
makhluknya. Wallahu a’lam bishshawab.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 08 April 2012

Stres anak dan solusinya


Saat sedang banyak pikiran,
seorang dewasa kadang-kadang kita ingin
kembali ke masa kanak-kanak karena berpikir
pada masa itu seorang anak dapat bermain
dengan bebas tanpa perlu memikirkan keluarga,
keuangan, atau hal lainnya. Namun, seorang
anak yang masih polos pun juga bisa mengalami
frustasi dan stres. Bahkan beberapa penyakit
pada anak bisa jadi disebabkan karena reaksi
psikosomatik yang disebabkan karena stres.
Penyebab Stres Anak
Stres pada anak dapat terjadi pada berbagai
usia, bahkan sejak usia dini, sejak dalam
kandungan. Bila ibu yang mengandung
mengalami stres, janin yang ada dalam
kandungan juga akan merasakannya. Detak
jantung janin menjadi tidak teratur, sehingga
persediaan oksigen dan sari makanan
berkurang. Seiring pertambahan usia terutama
saat masa remaja, berbagai penyebab dapat
memicu stres pada anak, di antaranya adalah:
Makanan
Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat
menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal
dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak
tercukupi sehingga dapat menimbulan stres.
Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang
berlebihan, karena makanan tersebut memiliki
kandungan gula yang berlebih dan minim gizi
untuk tubuh.
Kurang tidur
Terlalu banyak bermain atau menonton televisi
membuat anak kekurangan jam tidurnya. Untuk
anak yang telah bersekolah, banyaknya tugas dari
sekolah, kegiatan ekstrakurikuler atau kursus
yang berlebihan membuat anak kekurangan
waktu dan harus menghabiskan waktu untuk
menyelesaikan tugasnya sehingga jam tidur
berkurang. Kurang tidur dapat menyebabkan
emosi dan pikiran anak menjadi tidak stabil dan
rentan mengalami stres.
Lingkungan keluarga
Pertengkaran orang tua atau perceraian dapat
menyebabkan ketakutan pada anak. Hal ini wajar,
karena seorang anak sangat mendambakan
kasih sayang orang di sekelilingnya, terutama
orang tuanya untuk membuatnya merasa aman
dan terlindung.
Pola asuh orang tua
Secara umum, pola asuh orang tua terdiri dari 3
macam. Pertama, authoritarian di mana orang
tua bersikap otoriter, tidak memberi anak
kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi
tuntutan orang tua bahkan menganiaya anaknya.
Kedua, permissive yaitu orang tua sangat
membebaskan anaknya walaupun seorang anak
belum dapat membuat keputusan dengan tepat
dan membiarkan kesalahan anak. Ketiga,
authoritative yaitu orang tua menentukan dengan
jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang
diambil, mereka tidak mengekang anak secara
berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi
terus memberi perhatian pada anak dan
berusaha membentuk anak yang mandiri. Pola
authoritative ini yang paling baik untuk membentu
kepribadian anak. Stres dapat terjadi pada anak
apabila dia merasa tidak dapat memenuhi
tuntutan orang tuanya ataupun karena dia harus
mengalami konsekuensi buruk akibat kesalahan
keputusan yang diambilnya.
Tekanan dari teman
Dalam pergaulannya, seorang anak tidak ingin
berbeda dari anak-anak lain dari kelompoknya.
Perbedaan seorang anak, mungkin karena fisik
atau sifatnya dapat memancing ejekan dari
teman-temannya. Ini pula yang dapat
menyebabkan seorang anak merasa stres
karena merasa tidak dapat diterima oleh teman-
temannya.
Gejala Stres
Seorang anak yang stres dapat diidentifikasi
dengan memperhatikan tingkah lakunya. Reaksi-
reaksi psikosomatik, termasuk problem
pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan
tidur, dan masalah sewaktu buang air, mungkin
merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang
tidak beres. Tanda lainnya seperti sering
menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau
berangkat ke sekolah atau suatu tempat,
membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan
tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah.
Bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit
fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual,
diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit
lainnya.
Apabila seorang anak mengalami sakit dalam
waktu lama dan setelah dikonsultasikan ke dokter
tidak ditemukan penyebab pastinya, maka tidak
ada salahnya bila Anda meminta bantuan seorang
psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja
bukan disebabkan virus, bakteri atau kerusakan
pada tubuh melainkan disebabkan pikiran anak
yang sedang stres.
Membantu Anak yang Mengalami
Stres
Sebagai manusia yang belum berpengalaman
dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang
anak tidak memiliki kemampuan untuk mencari
solusi dari stres yang dideritanya sehingga perlu
mendapat bantuan dari orang dewasa untuk
dapat mengatasi kesulitannya sehingga stres
yang dialaminya tidak berkepanjangan.
Bila ada indikasi anak Anda mengalami stres,
hindari untuk merasa panik berlebihan karena
bila Anda panik maka Anda dapat pula menderita
stres sehingga tidak dapat membantu anak Anda.
Yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak
Anda adalah:
Perbaiki pola asuh Anda
Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau
sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda
mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak
merasa terbebani dengan tuntutan yang
berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang
jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan
konsekuensi apabila peraturan dilanggar.
Jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak
Anda bersikap positif, tetapi berikan teguran
atau disiplin apabila anak melakukan
pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin
diberikan dan bukan karena orang tua membenci
anaknya.
Jangan buat tuntutan yang
berlebihan
Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang
terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak
dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik
atau membanding-bandingkan seorang anak
dengan orang lain. Terimalah seorang anak
dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang
Anda berikan, jangan menghukum atau
mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat
menjadi lebih baik di kemudian hari. Kegagalan
yang dialami anak sekarang bukan berarti dia
tidak dapat menjadi lebih baik dan bukan berarti
akhir segalanya.
Buat kedekatan dengan anak
dan komunikasi yang terbuka
Kedekatan orang tua dengan anak akan
membantu seorang anak terbuka terhadap
orang tua dan leluasa menjadikan orang tua
sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan
kejadian yang tidak menyenangkan yang
dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah.
Orang tua, sebagai manusia yang lebih
berpengalaman dapat memberikan solusi yang
baik untuk anak atau mengambil tindakan yang
diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan
dapat dihindari. Ini sangat baik dibandingkan jika
anak menceritakan permasalahannnya kepada
teman sebaya atau orang lain yang tidak tepat
yang dapat memberikan saran yang membuatnya
semakin terpuruk.
Ciptakan keluarga yang
harmonis
Hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan
dengan kakak adik dan anggota keluarga lain
membuat anak merasa nyaman dan betah di
rumah, membantunya terhindar dari pergaulan
buruk yang dapat menimbulkan berbagai
masalah yang dapat membuat anak stres. Selain
itu, dengan keluarga harmonis dapat
menghindari terjadinya pertengkaran bahkan
perceraian yang akan mengganggu kestabilan
emosi anak.
Bentuk anak yang mandiri
Seorang anak pada saatnya harus menjadi
mandiri, karena tidak mungkin orang tua terus
menerus mengawasinya. Maka, bantu anak
dengan melatihnya untuk membuat keputusan
yang diperlukan. Misalnya, saat seorang anak
menanyakan apakah suatu tindakan boleh
dilakukan atau tidak, ajak anak berdiskusi apa hal
baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak
melakukan hal tersebut. Hal ini dapat membantu
anak jika suatu saat ia harus membuat keputusan
tanpa bantuan orang tua. Anak yang mandiri juga
akan lebih dpaat menyelesaikan masalahnya dan
menangani saat dia merasa tidak nyaman
sehingga mencegah anak mengalami stres.
Beri keleluasan yang wajar
untuk anak
Untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip, berikan
keleluasan pada anak. Misalnya dalam
menentukan kegiatan ekstrakurikuler atau
kursus yang akan diikutinya. Biarkan anak
menyalurkan hobinya sehingga anak tidak merasa
terkekang dan menikmati aktivitasnya.
Berikan makanan sehat dan
tidur cukup
Karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres
anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk
Anda, jangan membiasakannya dengan makanan
cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang tidak
bergizi. Juga biasakan anak agar makan dengan
teratur dan tepat waktu. Sedangkan untuk
membantu anak cukup tidur, bantu anak agar
memiliki jadwal yang baik, tentukan kapan dia
boleh bermain, kapan harus mengerjakan tugas
dan jadwal lainnya sehingga anak memiliki waktu
untuk tidur siang dan tidak sampai harus tidur
larut malam untuk mengerjakan tugasnya.
Perhatian dan kasih sayang yang dari orang tua
tertutama yang dibutuhkan anak dan membantu
anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung,
latih dan asuh anak Anda agar dia dapat
menikmati hari-harinya dengan ceria.
Sumber:
http://kumpulan.info/keluarga/anak/40-anak/206-stres-anak-dan-bantuan-mengatasinya.html
Published with Blogger-droid v2.0.4

Sabtu, 07 April 2012

GROJOGAN SEWU PATI


Wisata Air
terjun Grojogan sewu memiliki tinggi
sekitar± 75 m
Potensi : Air terjun yang berada di
tengah panorama alam yang indah,
kondisi masih alami dan belum
digarap.
Lokasi : Desa Jrahi Kecamatan
Gunungwungkal, ketinggian 485 m di
atas permukaan laut. Jarak dari
Kota Pati ± 27 Km
Fasilitas : Jalan beraspal dan lapisan
makadam sampai di Desa Jrahi.
Peluang investasi : Pembangunan
komplek wisata lengkap dengan
sarana rekreasi, tempat
penginapan, pusat pasar
hasil pertanian dan
perkebunan.
Published with Blogger-droid v2.0.4

GUNUNG ROWO PATI



GUNUNG ROWO
INDAH Terletak di Desa Sitiluhur,
Kecamatan Gembong, Jarak dari
Kota Pati lebih kurang 16km, dengan
kondisi jalan
beraspal.
Waduk seluas 320 Ha, di puncak
bukit dapat menikmati
pemandangan di Daerah Ngarai
wilayah Kabupaten
Pati, dengan pemandangan alam
yang indah berupa gunung dan
lembah yang hijau penuh tanaman
kopi, cengkih, buah-
buahan dan tanaman pertanian
lainya. Sayangnya semakin lama
makin kurang terawat. Fasilitas :
Taman rekreasi
terbuka, tempat parkir, jalan semua
beraspal
Peluang Investasi : Menciptakan dan
mengembangkan sarana rekreasi
baru berupa penyediaan sarana
wisata air,
pendirian tempat peristirahatan
(motel), pusat pasar buah-buahan.
Published with Blogger-droid v2.0.4

Siapa Itu Thomas Alfa Edison?


Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu
Thomas Alfa Edison..?”
Andi: “Tidak tau bu guru…”.
Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini?
ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak
pernah belajar ya?”
Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi
tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin
Widodo..?”
Bu guru: “Tidak tau…”
Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka
itu..?”
Andi: “Yaa itulah Bu…, kita khan pasti punya
kenalan sendiri-sendiri..”
Published with Blogger-droid v2.0.4